Minggu, 31 Desember 2017

SISTEM INFORMASI CERDAS



SISTEM INFORMASI CERDAS




Nama       :       Eel Susilowati, SKom. MM
Nama       :       Fatmawati Dewi
NPM        :       12115552
KELAS     :       3KA13




UNIVERSITAS GUNADARMA
SISTEM INFORMASI
2017/2018


Sistem Informasi Cerdas / Intelligence Information System (IIS) didefinisikan sebagai kemampuan mesin atau sistem untuk beradaptasi dalam mencapai tujuan pada lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku sistem. Sebagai sistem yang mampu menirukan perilaku manusia, sistem mempunyai ciri khas yang menunjukkan kemampuan dalam hal :
·         Menyimpan informasi.
·         Menggunakan informasi yang dimiliki untuk melakukan suatu pekerjaan dan menarik kesimpulan.
·         Beradaptasi dengan keadaan baru.
·         Berkomunikasi dengan penggunanya.
·         Sistem Informasi Cerdas (Intelligence Information System=IIS) dibagi menjadi 3 aspek utama, yaitu :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSo0oVLAFZdP7SyYdXNYb4ALhK69jj6LiHqiK2ofG9hpVaAF4XijHlNZjJ_nbGjk3X3n4nXNh6SuQYxnOFVn67csud9g8v0L9Zp5MbP4390Mcqgoelya3FEF8Fa-BxVpbmsUmowi1N5-Aj/s320/GRAP.jpg


Artificial Intelligence
Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan adalah suatu sistem informasi yang berhubungan dengan penangkapan, pemodelan dan penyimpanan kecerdasan manusia dalam sebuah sistem teknologi informasi sehingga sistem tersebut memiliki kecerdasan seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dikembangkan untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah, biasanya diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misal pengolahan citra, perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer.
Salah satu cabang Ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi.
Sistem Cerdas adalah serangkaian system yang di bangun manusia untuk memudahkan pekerjaan manusia dengan mengandalkan mesin atau sebuah program yang terkomputerisasi.

Sistem Cerdas
Sistem cerdas adalah sistem yang dapat mengadopsi sebagaian kecil dari tingkat kecerdasan manusia untuk berinteraksi dengan keadaan eksternal suatu sistem. Sebagian kecil dari tingkat kecerdasan itu antara lain: kemampuan untuk dilatih, mengingat kembali kondisi yang pernah dialami, mengolah data-data untuk memberikan aksi yang tepat sesuai yang telah diajarkan, dan kemampuan menyerap kepakaran seorang ahli melalui perintah yang dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman tertentu.
Sistem Informasi
Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi tersebut untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritma, data, dan teknologi yang sesuai dengan penerapannya.

KONSEP
Terdapat empat kategori konsep dasar Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) diantaranya:
1.    Acting Humanly
Acting humanly merupakan system yang melakukan pendekatan dengan menirukan tingkah laku seperti layaknya manusia yang dikenalkan pada tahun 1950 degan cara kerja pengujian melalui teletype yaitu jika penguji (integrator) tidak dapat membedakan yang mengintrogasai antara manusia dan computer maka computer tersebut dikatakan lolos(menjadi kecerdasan buatan).

2.    Thinking Humanly
Thinking Humanly merupakan system yang dilakukan dengan cara intropeksi yang artinya penangkapan pemikiran psikologis manusia pada computer,hal ini sering diujikan pada neuron ke neuron lainnya atau sel otak dengan sel otak lainnya. Cara pembelajarannya yaitu melalui beberapa experiment.

3.    Thinking Rationaly
Thinking Rationaly merupakn system yang paling sulit dari sistem lainnya,karena sering terjadi kesalah data, prinsip dan prakteknya,system ini dikenal dengan penalaran komputasi.

4.    Acting Rationaly
Acting Rationaly merupakan system yang melakukan aksi dengan cara menciptakan suatu robot yang cerdas untuk menggantikan beberapa tugas manusia.

Seperti yang diketahui bahwa Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) merupakan salah satu cabang Ilmu Komputer. Tapi karena kompleksitas area kecerdasan buatan maka dibuat beberapa sub bagian yang dapat berdiri sendiri dan dapat saling bekerjasama sub bagian lain atau dengan disiplin ilmu yang lain. Berikut ini beberapa cabang ilmu sub bagian dari kecerdasan buatan :
1.     Natural Languange Processing (NLP)
Natural Languange Processing (NLP) atau Pemrosesan Bahasa Alami adalah salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan  sistem untuk menerima masukan bahasa alami manusia. Dalam perkembangannya, NLP berusaha untuk mengubah bahasa alami komputer (bit dan byte) menjadi bahasa alami manusia yang dapat kita mengerti. NLP merupakan ilmu dasar yang dapat dijadikan jembatan untuk membuat komunikasi antara mesing dengan manusia.

2.     Expert System (ES)
Expert System (ES) atau Sistem Pakar adalah salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sebuah sistem yang dapat bekerja layaknya seorang pakar. ES dapat menyimpan pengetahuan seorang pakar dan memberikan solusi berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya tadi. ES juga merupakan salah satu cabang AI yang sering melakukan kerja sama dengan disiplin ilmu lain karena sifatnya yang dapat menyimpan pengetahuan.

3.     Pattern Recognition (PR)
Pattern Recognition (PR) atau Pengenalan Pola adalah salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sebuah sistem untuk dapat mengenali suatu pola tertentu. Misalnya sistem PR untuk mengenali huruf dari tulisan tangan, walaupun terdapat perbedaan penulisan huruf A dari masing - masing orang tetapi PR dapat mengenali bahwa huruf tersebut adalah huruf A. Beberapa aplikasi dari PR antara lain : Voice Recognition, Finggerprint Identification, Face Identification, Handwriting Identification, Optical Character Recognition, Biological Slide Analysis, Robot Vision dan lain sebagainya.

4.     Robotic
Robotic atau Robotika adalah salah satu cabang AI yang menggabungkan cabang - cabang AI yang lain termasuk ketiga cabang di atas untuk membentuk sebuah sistem robotik. Keempat cabang AI di atas merupakan cabang umum yang banyak dipelajari, masih banyak cabang-cabang AI yang lainnya. Seiring perkembangan riset dalam AI, dapat dimungkinkan akan muncul cabang-cabang baru yang melengkapi unsur AI sehingga AI menjadi sebuah sistem lengkap dan akan mencapai goal-nya yang sampai sekarang masih belum sempurna.

TUJUAN
Intelligent Systems merupakan wilayah dari bidang ilmu komputer dan rekayasa berurusan dengan cerdas adaptasi perilaku, dan pembelajaran di mesin dan robot. sistem Intelligent prihatin dengan desain sistem komputasi yang berfungsi dalam lingkungan yang berubah, tak terduga dan biasanya tidak lengkap yang dikenal dengan menunjukkan kemampuan tingkat tinggi. Tujuannya adalah untuk mengambil inspirasi dari alam, kinerja manusia dan alat-alat pemecahan masalah matematis dalam rangka membangun sistem yang kuat dapat mencapai tujuan yang kompleks dalam lingkungan yang kompleks menggunakan sumber daya komputasi yang terbatas. sistem Intelligent menggunakan konsep-konsep yang berasal dari konsep pusat.
Tujuan utama dari ketiga aspek penting dalam Information Intelligent System, yaitu: mengetahui dan memodelkan proses-proses berfikir manusia dan mendesain mesin agar rapat menirukan kelakuan manusia tersebut. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, muncul beberapa teknologi yang juga bertujuan untuk membuat agar komputer menjadi cerdas sehingga dapat menirukan kerja manusia sehari-hari.
Teknologi ini juga mampu mengakomodasi adanya ketidakpastian dan ketidaktepatan data input.

Aplikasi-aplikasi Artificial Intellegence
Beberapa aplikasi-aplikasi dari Program kecerdasan tiruan/buatan diantaranya:
-        Game Playing
-        Sistem Bahasa Alami
-        Sistem Perancangan dan Pembuatan CAD/CAM
-        Sistem Pakar VLSI
-        Sistem Pakar Reparasi Perangkat Keras
-        Manajemen Data Cerdas
-        Otomatisasi Kantor, dll.

Kelebihan dan Kekurangan Artificial Intelligence
Walaupun perkembangan teknologi artificial intelligence dapat menggantikan posisi manusia, bahkan dapat dikatakan lebih pintar dari manusia, tetapi tetap saja perkembangan teknologi dengan menggunakan articial intelegensi tetap memiliki kekurangan dan keterbatasan.

Kelebihan Artificial Intelligence
1.    Kemampuan menyimpan data yang tidak terbatas (dapat disesuaikan dengan kebutuhan).
2.    Dapat digunakan kapan saja karena tanpa ada rasa lelah atau bosan

Kekurangan Artificial Intelligence 
Teknologi artificial intelegensi tidak memiliki common sense. common sense adalah sesuatu yang membuat kita tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti informasi tersebut. Kemengertian ini hanya dimiliki oleh manusia.
Kelebihan dan kekurangan artificial intelligence dibandingkan dengan otak manusia, dalam hal waktu tunda propagasi Oleh karena itu manusia kalah dalam kecepatan perhitungan numerik. Dalam aspek lainnya otak manusia jauh di atas angin, terutama dalam tata letak dan jumlah elemennya. Sedangkan metoda pemrosesan secara paralel dalam komputer dikembangkan untuk menggantikan kedudukan manusia.

Dampak Artificial Intelligence Terhadap Kehidupan Manusia
Kecerdasan buatan itu sesuatu yang diciptakan oleh manusia, untuk menggantikan manusia. Jadi bisa jadi kecerdasan buatan itu merupakan suatu ancaman.
Walau pun menyadari bahwa kecerdasan buatan bisa jadi adalah suatu ancaman untuk manusia, tapi manusia masih saja mengembangkan apa yang disebut dengan kecerdasan buatan. Manusia masih saja mencoba mengembangkan/ mendapatkan sesuatu (teknologi) yang baru, yang dapat berpikir seperti manusia. Hal ini terjadi karena adanya ketidakpuasan dalam diri manusia, manusia ingin mendapatkan sesuatu dengan cara yang lebih mudah. Lagipula memang ada keterbatasan-keterbatasan dalam diri manusia, seperti otak manusia yang hanya mampu berpikir dengan frekuensi kira-kira 100 Hz dan karena manusia mempunyai rasa lelah. Bandingkan dengan komputer sekarang yang mampu mengolah data dengan frekuensi 4 GHz. Komputer juga tidak mempunyai rasa capai walau pun harus mengolah data yang sama berulang-ulang.
Saat ini sudah banyak teknologi kecerdasan buatan yang dihasilkan dan dipakai oleh manusia. Misalnya saja pada robot Asimo yang bisa menari dan berjalan, atau pada permainan komputer yang dirancang untuk membuat manusia berpikir keras untuk mengalahkannya. Contoh lain ada di industri otomotif. Adanya teknologi komputer yang mampu mengolah data dengan cepat atau alat yang dipakai untuk memberikan peringatan pada pengemudi mobil untuk menghindari terjadinya tabrakan.
Berbagai macam teknologi yang menggunakan artificial intelligence juga telah ditingkatkan untuk mengembangkan kendaraan otomatis yang dalam penggunaannya dapat berfungsi tanpa bantuan manusia. Contoh fungsi dari kendaraan otomatis ini adalah untuk menjelajahangkasa luar, seperti menjelajahi planet-planet. Kendaraan ini mungkin dibuat dari rangkaian komponen hardware dan sebuah program kecerdasan buatan yang dapat memproses informasi. Gabungan dari software computer dan hardware ini juga dapat membuat kendaraan yang bisa digunakan di bumi.
Kemajuan dari sistem kecerdasan buatan ini dapat menimbulkan dampak psikologis pada manusia. Bagi kelompok yang menentang adanya kecerdasan buatan percaya bahwa dengan adanya kecerdasan buatan, akan terdapat beberapa dampak dalam kehidupan manusia. Mesin-mesin yang memiliki kecerdasan buatan dapat mengurangi jutaan kesempatan kerja manusia. Selain itu juga terdapat ketakutan bahwa sistem kecerdasan buatan ini, termasuk robot, mengurangi kita sebagai manusia. Sistem dasar dari kecerdasan buatan ini juga telah meningkatkan ketakutan bahwa mesin-mesin dapat menambah jumlah kerusakan.
Pendukung dari kecerdasan buatan telah menyatakan argumen balasan bahwa alat dari bidang kecerdasan buatan hanyalah sebuah alat yang tidak akan menggantikan fungsi manusia. Kecerdasan buatan tidak akan mengurangi.
kemanusiaan kita, melainkan akan meningkatkan kehidupan kita, contohnya adalah penderita kanker akan mendapat keuntungan, dan pengenalan kalimat dan sistem perpaduan dapat membantu seorang individu untuk mengkontrol lingkungannya.
Apakah kecerdasan buatan (artificial intelligence) menduakan otak manusia? Kecerdasan Buatan (artificial intelligent) adalah penggunaan komputer, yang mana meniru atau menduakan fungsi otak manusia. Sistem Kecerdasan buatan tidak diharap menggantikan manusia sebagai pembuat keputusan, tetapi sebaliknya mereplikakan butirannya, dengan keadaan jelas.

Kamis, 13 Juli 2017

ANALISIS SISTEM PEMBAYARAN SPP SMA PKP JIS

ANALISIS SISTEM PEMBAYARAN SPP
( STUDY KASUS : SMA PKP JAKARTA ISLAMIC SCHOOL)


Oleh :
Derlan Crystian
Fatmawati Dewi
Lianda sari
M. Ginda Kinanta
Ragil Satria W
Trisandi Ndu Ufi



PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNDARMA
DEPOK
2016/2017









Menganalisa sistem yang sedang berjalan 
Dalam analisa ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam bagaimana cara kerja sistem tersebut dan hambatan yang ada. 
Perancangan analisa sistem yang sedang berjalan yang dilakukan berdasarkan urutan kejadian yang ada dan dari urutan kejadian tersebut dapat dibuat diagram flowchart nya. 

Pada artikel ini, akan dijelaskan bagaimana sistem pembayaran di SMA PKP Jakarta Islamic School yang sedang berlangsung. Sistem pembayaran di sekolah ini sudah bisa melalui berbagai macam transaksi seperti Transfer antar bank, bayar di bank, mobile banking, ataupun dengan cara manual sekalipun. 

Struktur bagian Tenaga Administrasi Sekolah 



Analisis Tata Cara Pembayaran yang sedang berjalan
Pada kegiatan ini, kami menganalisa prosedur yang terjadi pada sistem yang sedang berjalan. Adapun hasil analisis nya berupa gambaran nyata dari kegiatan-kegiatan oleh unit organisasi khususnya kegiatan pengolah keuangan.

Adapun analisis prosedur pembayaran SPP pada SMA PKP Jakarta Islamic School adalah sebagai berikut : 
1. Pada awal bulan atau sesuai jadwal pembayaran, semua siswa dan siswi SMA PKP JIS menyetorkan uang SPP ke bank DKI terdekat.
2. Bila sudah terbayarkan, salinan nota pembayaran diserahkan ke pihak Tata Usaha Sekolah (TAS) 
3. Lalu pihak Tata Usaha mendata siswa yang telah melakukan pembayaran.
Adapun  metode yang bisa dipakai adalah transfer melalui sesama Bank DKI atau dari ATM Bersama. Yang jelas, pembayaran dengan metode manual atau tidak masih bisa tetap dilayani asal tidak membayar dengan cara menyicil
Bank DKI sudah bekerja sama dengan pihak sekolah mulai dari awal tahun 2016 yaitu dengan cara mobile payment/mobile banking, yaitu JAKMOBILE 
Jakmobile masih berjalan selama 2 tahun belakangan, dan masih jarang pula yang memakai metode ini. 
Berikut adalah contoh aplikasi Jakmobile yang menghubungkan antara pembayarn sekolah dengan Bank DKI 


Analisis Masalah – masalah yang ada pada sistem pendaftaran

Masalah yang sering dihadapi dalam sistem ini adalah :
1. Cara manual : dengan cara langsung membayarkan ke bagian Tata Usaha, siswa dapat mempersulit pihak Bank DKI karena tidak secara langsung membayar di bank. Jadi ada kemungkinan data tersimpan beda beda, pada sistem sekolah sudah terbayarkan tetapi pada sistem bank dki belum.

2. Cara jakmobile : sering salah cara dalam transfer

3. Cara bank : server data bank sering down, dan waktu pembayaran nya pun terbatas.







Flowchart Sistem Pembayaran dengan JakMobile 
Pertama-tama yaitu user mendowload aplikasiJakMobile di PlayStore , setelah itu user akan di mintakonfirmasi menggunakan no Hplalu  akan munculmenu login , yakni memasukan kode akses dan pin JakMobilejika data yang dimasukan salahmaka akankembali ke pemasukan kode akses dan pin JakMobileJika data yang dimasukan benarakan di verivikasi data dan email juga bisa dilangsukan transaksi pembayaran ,dan ketika sukses maka akan ada pemberitahuanpemberitahuan di email bias dicetak untuk diserahkanpada staff  TU.