SISTEM INFORMASI CERDAS
Nama : Eel
Susilowati, SKom. MM
Nama : Fatmawati
Dewi
NPM : 12115552
KELAS : 3KA13
UNIVERSITAS GUNADARMA
SISTEM INFORMASI
2017/2018
Sistem
Informasi Cerdas / Intelligence Information System (IIS) didefinisikan
sebagai kemampuan mesin atau sistem untuk beradaptasi dalam mencapai tujuan
pada lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku sistem. Sebagai sistem yang
mampu menirukan perilaku manusia, sistem mempunyai ciri khas yang menunjukkan
kemampuan dalam hal :
·
Menyimpan informasi.
·
Menggunakan informasi yang dimiliki untuk melakukan
suatu pekerjaan dan menarik kesimpulan.
·
Beradaptasi dengan keadaan baru.
·
Berkomunikasi dengan penggunanya.
·
Sistem Informasi Cerdas (Intelligence Information
System=IIS) dibagi menjadi 3 aspek utama, yaitu :
Artificial Intelligence
Artificial
Intelligence atau Kecerdasan Buatan adalah suatu sistem informasi yang
berhubungan dengan penangkapan, pemodelan dan penyimpanan kecerdasan manusia
dalam sebuah sistem teknologi informasi sehingga sistem tersebut memiliki
kecerdasan seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dikembangkan untuk
mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah, biasanya
diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misal pengolahan citra,
perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi
yang berbasis komputer.
Salah satu
cabang Ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan
persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi.
Sistem
Cerdas adalah serangkaian system yang di bangun manusia untuk memudahkan
pekerjaan manusia dengan mengandalkan mesin atau sebuah program yang
terkomputerisasi.
Sistem Cerdas
Sistem
cerdas adalah sistem yang dapat mengadopsi sebagaian kecil dari tingkat
kecerdasan manusia untuk berinteraksi dengan keadaan eksternal suatu sistem.
Sebagian kecil dari tingkat kecerdasan itu antara lain: kemampuan untuk
dilatih, mengingat kembali kondisi yang pernah dialami, mengolah data-data
untuk memberikan aksi yang tepat sesuai yang telah diajarkan, dan kemampuan
menyerap kepakaran seorang ahli melalui perintah yang dituliskan dalam sebuah
bahasa pemrograman tertentu.
Sistem Informasi
Sistem
Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang
yang menggunakan teknologi tersebut untuk mendukung operasi dan manajemen.
Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan
merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritma, data, dan teknologi
yang sesuai dengan penerapannya.
KONSEP
Terdapat empat kategori konsep dasar Kecerdasan Buatan (Artificial
Intelligence) diantaranya:
1.
Acting
Humanly
Acting
humanly merupakan system yang melakukan pendekatan dengan menirukan tingkah
laku seperti layaknya manusia yang dikenalkan pada tahun 1950 degan cara kerja
pengujian melalui teletype yaitu jika penguji (integrator) tidak dapat
membedakan yang mengintrogasai antara manusia dan computer maka computer
tersebut dikatakan lolos(menjadi kecerdasan buatan).
2.
Thinking
Humanly
Thinking
Humanly merupakan system yang dilakukan dengan cara intropeksi yang artinya
penangkapan pemikiran psikologis manusia pada computer,hal ini sering diujikan
pada neuron ke neuron lainnya atau sel otak dengan sel otak lainnya. Cara
pembelajarannya yaitu melalui beberapa experiment.
3.
Thinking
Rationaly
Thinking Rationaly
merupakn system yang paling sulit dari sistem lainnya,karena sering terjadi
kesalah data, prinsip dan prakteknya,system ini dikenal dengan penalaran
komputasi.
4.
Acting
Rationaly
Acting
Rationaly merupakan system yang melakukan aksi dengan cara menciptakan suatu
robot yang cerdas untuk menggantikan beberapa tugas manusia.
Seperti yang diketahui bahwa Kecerdasan
Buatan (Artificial Intelligence) merupakan salah satu cabang Ilmu
Komputer. Tapi karena kompleksitas area kecerdasan buatan maka dibuat beberapa
sub bagian yang dapat berdiri sendiri dan dapat saling bekerjasama sub
bagian lain atau dengan disiplin ilmu yang lain. Berikut ini beberapa cabang
ilmu sub bagian dari kecerdasan buatan :
1.
Natural
Languange Processing (NLP)
Natural Languange
Processing (NLP) atau Pemrosesan Bahasa Alami adalah salah satu cabang AI yang
mempelajari pembuatan sistem untuk menerima masukan bahasa alami manusia.
Dalam perkembangannya, NLP berusaha untuk mengubah bahasa alami komputer (bit
dan byte) menjadi bahasa alami manusia yang dapat kita mengerti. NLP merupakan
ilmu dasar yang dapat dijadikan jembatan untuk membuat komunikasi antara mesing
dengan manusia.
2.
Expert
System (ES)
Expert
System (ES) atau Sistem Pakar adalah salah satu cabang AI yang mempelajari
pembuatan sebuah sistem yang dapat bekerja layaknya seorang pakar. ES dapat
menyimpan pengetahuan seorang pakar dan memberikan solusi berdasarkan
pengetahuan yang dimilikinya tadi. ES juga merupakan salah satu cabang AI yang
sering melakukan kerja sama dengan disiplin ilmu lain karena sifatnya yang
dapat menyimpan pengetahuan.
3.
Pattern
Recognition (PR)
Pattern
Recognition (PR) atau Pengenalan Pola adalah salah satu cabang AI yang
mempelajari pembuatan sebuah sistem untuk dapat mengenali suatu pola tertentu.
Misalnya sistem PR untuk mengenali huruf dari tulisan tangan, walaupun terdapat
perbedaan penulisan huruf A dari masing - masing orang tetapi PR dapat
mengenali bahwa huruf tersebut adalah huruf A. Beberapa aplikasi dari PR antara
lain : Voice Recognition, Finggerprint Identification, Face Identification,
Handwriting Identification, Optical Character Recognition, Biological Slide
Analysis, Robot Vision dan lain sebagainya.
4.
Robotic
Robotic atau
Robotika adalah salah satu cabang AI yang menggabungkan cabang - cabang AI yang
lain termasuk ketiga cabang di atas untuk membentuk sebuah sistem robotik.
Keempat cabang AI di atas merupakan cabang umum yang banyak dipelajari, masih
banyak cabang-cabang AI yang lainnya. Seiring perkembangan riset dalam AI,
dapat dimungkinkan akan muncul cabang-cabang baru yang melengkapi unsur AI
sehingga AI menjadi sebuah sistem lengkap dan akan mencapai goal-nya yang
sampai sekarang masih belum sempurna.
TUJUAN
Intelligent
Systems merupakan wilayah dari bidang ilmu komputer dan rekayasa berurusan
dengan cerdas adaptasi perilaku, dan pembelajaran di mesin dan robot. sistem
Intelligent prihatin dengan desain sistem komputasi yang berfungsi dalam
lingkungan yang berubah, tak terduga dan biasanya tidak lengkap yang dikenal
dengan menunjukkan kemampuan tingkat tinggi. Tujuannya adalah untuk mengambil
inspirasi dari alam, kinerja manusia dan alat-alat pemecahan masalah matematis
dalam rangka membangun sistem yang kuat dapat mencapai tujuan yang kompleks
dalam lingkungan yang kompleks menggunakan sumber daya komputasi yang terbatas.
sistem Intelligent menggunakan konsep-konsep yang berasal dari konsep pusat.
Tujuan utama
dari ketiga aspek penting dalam Information Intelligent System, yaitu:
mengetahui dan memodelkan proses-proses berfikir manusia dan mendesain mesin
agar rapat menirukan kelakuan manusia tersebut. Namun, seiring dengan
perkembangan teknologi, muncul beberapa teknologi yang juga bertujuan untuk
membuat agar komputer menjadi cerdas sehingga dapat menirukan kerja manusia
sehari-hari.
Teknologi
ini juga mampu mengakomodasi adanya ketidakpastian dan ketidaktepatan data
input.
Aplikasi-aplikasi
Artificial Intellegence
Beberapa aplikasi-aplikasi dari Program kecerdasan
tiruan/buatan diantaranya:
-
Game Playing
-
Sistem
Bahasa Alami
-
Sistem
Perancangan dan Pembuatan CAD/CAM
-
Sistem Pakar
VLSI
-
Sistem Pakar
Reparasi Perangkat Keras
-
Manajemen
Data Cerdas
-
Otomatisasi
Kantor, dll.
Kelebihan
dan Kekurangan Artificial Intelligence
Walaupun
perkembangan teknologi artificial intelligence dapat menggantikan posisi
manusia, bahkan dapat dikatakan lebih pintar dari manusia, tetapi tetap saja
perkembangan teknologi dengan menggunakan articial intelegensi tetap memiliki
kekurangan dan keterbatasan.
Kelebihan
Artificial Intelligence
1. Kemampuan menyimpan data yang tidak terbatas (dapat
disesuaikan dengan kebutuhan).
2. Dapat digunakan kapan saja karena tanpa ada rasa lelah
atau bosan
Kekurangan
Artificial Intelligence
Teknologi artificial intelegensi tidak memiliki common
sense. common sense adalah sesuatu yang membuat kita tidak sekedar memproses
informasi, namun kita mengerti informasi tersebut. Kemengertian ini hanya
dimiliki oleh manusia.
Kelebihan
dan kekurangan artificial intelligence dibandingkan dengan otak manusia, dalam
hal waktu tunda propagasi Oleh karena itu manusia kalah dalam kecepatan
perhitungan numerik. Dalam aspek lainnya otak manusia jauh di atas angin,
terutama dalam tata letak dan jumlah elemennya. Sedangkan metoda pemrosesan
secara paralel dalam komputer dikembangkan untuk menggantikan kedudukan
manusia.
Dampak
Artificial Intelligence Terhadap Kehidupan Manusia
Kecerdasan
buatan itu sesuatu yang diciptakan oleh manusia, untuk menggantikan manusia.
Jadi bisa jadi kecerdasan buatan itu merupakan suatu ancaman.
Walau pun
menyadari bahwa kecerdasan buatan bisa jadi adalah suatu ancaman untuk manusia,
tapi manusia masih saja mengembangkan apa yang disebut dengan kecerdasan
buatan. Manusia masih saja mencoba mengembangkan/ mendapatkan sesuatu
(teknologi) yang baru, yang dapat berpikir seperti manusia. Hal ini terjadi
karena adanya ketidakpuasan dalam diri manusia, manusia ingin mendapatkan
sesuatu dengan cara yang lebih mudah. Lagipula memang ada
keterbatasan-keterbatasan dalam diri manusia, seperti otak manusia yang hanya
mampu berpikir dengan frekuensi kira-kira 100 Hz dan karena manusia mempunyai
rasa lelah. Bandingkan dengan komputer sekarang yang mampu mengolah data dengan
frekuensi 4 GHz. Komputer juga tidak mempunyai rasa capai walau pun harus
mengolah data yang sama berulang-ulang.
Saat ini
sudah banyak teknologi kecerdasan buatan yang dihasilkan dan dipakai oleh
manusia. Misalnya saja pada robot Asimo yang bisa menari dan berjalan, atau
pada permainan komputer yang dirancang untuk membuat manusia berpikir keras
untuk mengalahkannya. Contoh lain ada di industri otomotif. Adanya teknologi
komputer yang mampu mengolah data dengan cepat atau alat yang dipakai untuk
memberikan peringatan pada pengemudi mobil untuk menghindari terjadinya
tabrakan.
Berbagai
macam teknologi yang menggunakan artificial intelligence juga telah
ditingkatkan untuk mengembangkan kendaraan otomatis yang dalam penggunaannya
dapat berfungsi tanpa bantuan manusia. Contoh fungsi dari kendaraan otomatis
ini adalah untuk menjelajahangkasa luar, seperti menjelajahi planet-planet.
Kendaraan ini mungkin dibuat dari rangkaian komponen hardware dan sebuah
program kecerdasan buatan yang dapat memproses informasi. Gabungan dari software
computer dan hardware ini juga dapat membuat kendaraan yang bisa digunakan di
bumi.
Kemajuan
dari sistem kecerdasan buatan ini dapat menimbulkan dampak psikologis pada
manusia. Bagi kelompok yang menentang adanya kecerdasan buatan percaya bahwa
dengan adanya kecerdasan buatan, akan terdapat beberapa dampak dalam kehidupan
manusia. Mesin-mesin yang memiliki kecerdasan buatan dapat mengurangi jutaan
kesempatan kerja manusia. Selain itu juga terdapat ketakutan bahwa sistem
kecerdasan buatan ini, termasuk robot, mengurangi kita sebagai manusia. Sistem
dasar dari kecerdasan buatan ini juga telah meningkatkan ketakutan bahwa
mesin-mesin dapat menambah jumlah kerusakan.
Pendukung
dari kecerdasan buatan telah menyatakan argumen balasan bahwa alat dari bidang
kecerdasan buatan hanyalah sebuah alat yang tidak akan menggantikan fungsi
manusia. Kecerdasan buatan tidak akan mengurangi.
kemanusiaan
kita, melainkan akan meningkatkan kehidupan kita, contohnya adalah penderita
kanker akan mendapat keuntungan, dan pengenalan kalimat dan sistem perpaduan
dapat membantu seorang individu untuk mengkontrol lingkungannya.
Apakah
kecerdasan buatan (artificial intelligence) menduakan otak manusia? Kecerdasan
Buatan (artificial intelligent) adalah penggunaan komputer, yang mana meniru
atau menduakan fungsi otak manusia. Sistem Kecerdasan buatan tidak diharap
menggantikan manusia sebagai pembuat keputusan, tetapi sebaliknya mereplikakan
butirannya, dengan keadaan jelas.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar